Blog

bullying-3362025_1280

“Ih kamu jelek ya, mukanya item,”

“Hei kamu anak tukang bakso!

“Kurus banget sih kayak tulang!”

“Sini mana uang kamu! Cepet beliin jajanan ke kantin!”

Masih banyak pernyataan bullying atau perundungan yang terjadi di sekeliling kita. Pelaku bullying masih ada di antara teman-teman kita, anak-anak, bahkan orang dewasa tanpa kita sadari. Perilaku itu ada yang terang-terangan dilakukan hingga menyentuh fisik atau hanya sebuah kalimat yang bikin sakit hati.

Bullying menjadi hal yang dianggap biasa. Bahkan, ada yang menganggap jika kita diejek dan marah disebut “baperan”. Padahal, enggak semudah itu lho. Lingkungan yang mengiyakan saja atau tidak melakukan aksi terhadap bullying ini dapat membuat perilaku negatif ini menjadi hal biasa atau bercanda.

Bullying di sekolah pun kerap terjadi. Mulai dari tidak dianggap oleh sekelompok orang, dihina secara verbal, hingga menyentuh fisik. Misalnya, ia yang dijahili terus menerus karena dianggap “berbeda” dari yang lain, atau mereka yang merundungi seseorang dengan kalimat tidak baik/senonoh.

Aksi bullying ini juga kerap menjadi hal biasa di lingkungan dewasa. Mereka yang suka bilang “gendut” atau “kerempeng” kepada seseorang dengan maksud bercanda bisa jadi melukai hati seseorang. Padahal, itu sudah termasuk aksi perundungan lho!

Sadar tidak sadar, kita pernah mengatakan hal-hal yang tidak pantas terhadap seseorang, meski dengan niat bercanda. Padahal, konteks bercanda itu adalah ketika satu sama lain tidak merasa tersakiti.

Parahnya, bullying di sekolah, mulai dari lingkungan SD,SMP, atau SMA, (bahkan kuliah) masih saja terjadi. Misalnya, dengan menganggap seseorang tidak satu kelompok, sering menyuruh-nyuruh seseorang, mengucilkan seseorang, atau membuat seseorang tersakiti.

Lantas, apa sih yang sebenarnya terjadi pada pelaku bullying?

Jika kamu anggap bully teman itu bikin kamu keren, bossy, berkelas, itu salah besar! Enggak sama sekali lho temen-temen. Kamu yang suka melakukan hal seperti itu sama sekali bikin kamu cupu, alay, dan enggak berkelas.

Kamu yang suka mojokin temen, bersikap angkuh, nyuruh-nyuruh adik kelas, ngetawain fisik temen, dan suka manggil dengan panggilan buruk ke temen kamu sendiri adalah hal memalukan. Bikin kamu jadi enggak keren, terkesan kampungan~

Percayalah, segala hal yang baik, mulai dari berteman dengan siapa saja, membantu teman, mengajak teman bermain, memanggil dengan namanya (atau nama panggilan yang disepakati), juga menjadi orang yang penuh dengan kemampuan, itulah yang patut jadi idola.

Kalau kamu ngerasa enggak beres sama diri kamu sendiri, bukan orang lain jadi pelampiasannya. Selesaikan masalah kamu sendiri, bukan dengan membalas dendam itu ke orang yang enggak bersalah.

Terus, kamu bully temen itu dikata makin keren dan pinter? Enggak banget deeeh~

Kamu yang populer dan berkelas itu kamu yang memperlihatkan kemampuan kamu di bidang akademik atau non akademik, melakukan kegemaran kamu seperti baca buku dan menunggu buku yang akan terbit seperti buku UTARA karya Bayu Permana, mengikuti beragam lomba, atau ikutan komunitas sosial yang bikin kamu aktif dan banyak teman.

BACA JUGA : Playlist Compass Boys Novel “Utara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *