Blog

rsz_duy-pham-704498-unsplash

Istilah friendzone semakin populer ketika media sosial menjadi wadah untuk mengekspresikan segala sesuatu, khususnya buat remaja. Padahal, friendzone hanyalah sebagai penegas suatu hubungan yang sebenarnya tidak menjadi penting kalau istilah ini tidak hadir di antara para remaja. Pasalnya, remaja kerap menyebut friendzone jika seorang lelaki dan perempuan memiliki hubungan yang dekat tetapi tidak berujung sebagai hubungan kepemilikan satu sama lain.

Mungkin untuk sebagian orang, suatu hubungan persahabatan antara lelaki dan perempuan dikatakan friendzone jika salah satunya berharap menjadi seseorang yang bisa dimilikinya. Namun, satu pihak lainnya tidak berharap demikian. Alhasil, hubungan di antara keduanya dikatakan friendzone.

Wahai remaja, friendzone bisa jadi sakit hati kalau kamu memang benar-benar serius ingin mendapatkan doi tapi kamu ragu dan bingung apakah dia ingin kepadamu. Tetapi, friendzone juga enggak juga bikin kamu sakit hati kalau sejak awal kamu menjalankan persahabatanmu ini atas dasar kasih dan sayang sesama manusia.

Jadi, kamu enggak perlu khawatir kalau misalnya kamu terjebak friendzone lantaran kamu memang berada dalam zona pertemanan itu sendiri., kok! Pasalnya, pertemanan dan persahabatan yang bermanfaat satu sama lain itu tidak mengenal istilah putus dan benci.

Friendzone Itu Sehat

Istilah friendzone dipandang negatif buat mereka yang percaya bahwa lelaki dan perempuan yang dekat mesti berakhir sebagai pasangan. Wah, tidak melulu kok. Friendzone bisa banget jadi istilah yang positif ketika persahabatan lelaki dan perempuan ini tidak melulu berpikir bahwa dia harus menjadi jodohku karena ia adalah tipe pasangan masa depanku. Kalau berpikir seperti itu melulu, persahabatan kamu hanya diukur soal cinta. Karena friendzone yang sehat ketika satu sama lain menjadi orang yang selalu ada dan mendukung saat jatuh dan bangun, menjadi orang yang memberikan solusi, membuat bahagia saat sedih, dan sama-sama memberikan manfaat untuk lingkungan sekitarnya.

Damai dari Friendzone

Buat kamu yang terlanjur sakit hati karena berada dalam friendzone, sebab kamu berharap ia menjadi milikmu, coba tenanglah. Karena hidup bukan melulu soal cari pasangan. Ketika kita sudah menjadi pribadi yang mengutamakan orang lain, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan bisa menjadi individu yang dinantikan kehadirannya, niscaya pasangan yang kamu idam-idamkan pun akan muncul sendirinya. Percayalah, bahwa orang baik akan dihadapkan kepada orang baik pula. Fokus pada kebaikan, maka keinginanmu juga akan hadir di sisimu.

Friendzone yang Menyenangkan

Buat kamu yang terus berpikir bahwa friendzone bikin sakit hati, yuk segera move on! Karena friendzone itu menyenangkan. Persahabatan, baik sesama jenis atau lawan jenis, bisa menjadi lingkaran sehat baru untuk menyatukan kekuatan demi menebar manfaat di dunia. Perlu kamu ingat, hidup di dunia bukan untuk memikirkan diri sendiri, lho. Kita wajib untuk menebar kasih sayang kepada semua makhluk hidup, mulai dari manusia, hewan, dan tumbuhan. Kalau kamu dan sahabatmu sama-sama berdaya dan positif, kamu menjadi semakin kuat untuk terus membantu sesama manusia di belahan tempat lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *