Laki-Laki Juga Berhak Nonton Drama Korea

Kendati penggemar drama korea didominasi oleh kaum perempuan, tak sedikit drama korea juga digandrungi oleh para lelaki. Nyatanya, tidak ada yang boleh mengelompokkan atas gender bahwa drama korea identik untuk perempuan. Sebab laki-laki juga berhak nonton drama korea. Awas, jangan diketawain ya!

Mungkin agak lucu, karena biasanya perempuan paling heboh soal mengikuti gelombang Korea ini. Mulai dari aktor, artis, aneka K-Drama, hingga reality shownya. Akibatnya, satu dari kesukannya bisa merambat kemana-mana.

Terpengaruh

Biasanya, lelaki terpengaruh oleh teman, bahkan istrinya sendiri dalam hal nonton drama korea. Akibat melihat kelakuan istri setiap hari menonton drama, suami pun terpengaruh juga.

Seperti halnya Dito (27) yang terpengaruh oleh istri. Oleh sebab itu, ia pun mengaku suka menonton drama korea.

“Aku milih-milih sih sebenernya, liat seri pertama dulu. Kalo cocok aku lanjutin,” katanya.

Dito lebih suka tema yang nyata, apalagi jika berkaitan dengan sejarah. Untuk drama korea genre romance, ghost, masa lalu ke masa kini, ia mengaku kurang menyukainya. Namun, jika dari episode pertama sudah bagus, ia akan melanjutkannya hingga selesai.

” Awal-awal gara-gara istri lah siapa lagi. Sejak awal nikah ikut-ikutan nonton. Ini yang terakhir aku tonton Reply 88, 94, 97,” jelasnya.

Menurut salah satu penggemar perempuan, Dea, lelaki yang suka drama korea adalah hal yang sah. Sama seperti lelaki yang suka nonton tv series barat di netflix atau HBO.

“Cuma penyampaian bahasanya aja yang beda. Ya mungkin karena stigma orang-orang kalo suka koreaan itu rada aneh lah, apa lah, jadi kelihatannya enggak wajar buat cowok nonton drakor. Aku sih biasa aja sama cowo yg suka drakor,” katanya.

Pemeran

Salah satu yang paling berpengaruh dalam menonton drama korea adalah .pemeran. Apalagi kalau member boyband kesukaan jadi pemeran di drama tersebut. Pasalnya, jika dramanya banyak yang menonton, kemungkinan nanti akan menambah fans baru buat boybandnya.

“Contohnya GOT7 Jinyoung dia main di “He Is Psychometric”. Bulan depan dia sampai adain fanmeeting di luar Korea (Thailand) karena antusiasme fans dia baik sbg aktor maupun member boyband di sana tinggi,” ujar salah satu penggemar drama korea, Dea.

Biasanya, drama korea yang ditonton juga dipilih berdasarkan rating. Misalnya, Reply 1998 yang banyak disukai dan direkomendasikan untuk ditonton. Ceritanya yang realistis dan hangat membuat banyak penonton menyukainya.

Bahkan, menurutnya, drama indonesia mempunyai fantasi yang berlebihan dan tidak realistis. Meskipun ada beberapa drama korea yang visualisasinya berlebihan, tidak membuat Dea berfantasi pingin mengalami kejadian yang sama.

“Soalnya jujur aja hal pertama yang aku lihat sebelum memutuskan buat nonton drakor itu pemerannya. Kebanyakan drakor yang aku tonton sampai habis itu kalo pemerannya member boyband favoritku,” ujarnya.

Genre yang deket dengan kesehrian juga berpengaruh dalam pemilihan drama korea. Misalnya drama korea yang membahas soal kesehatan mental menjadi tontonan yang edukatid dan bagus.

“Tapi itu bener-bener bagus dan edukatif dan tema ceritanya juga ada di sekeliling kita,” ungkap Dea.