5 Tipe Mahasiswa, Mana yang Mirip Kamu?

Hei mahasiswa, apakah kamu nyaman dengan statusmu? Mahasiswa itu bukan cuma mereka yang mau meraih Sarjana ya. Mahasiswa juga berlaku untuk mereka yang sedang meraih gelar Master dan Doktor!

Meskipun titel mahasiswa lekat dengan anak-anak muda sekitar usia 18-24, mereka yang punya keputusan untuk mengambil program Master atau Doktor juga tak sedikit yang sudah usia 30 ke atas. Tapi, enggak menutup kemungkinan mereka yang di bawah 30 tahun juga lho.

Alhasil, Pastel Books bikin lima tipe mahasiswa yang sesuai dengan setiap jenjang pendidikan. Nah, siapa nih yang kamu banget?

Kuliah- Nongkrong

Teman adalah segalanya. Habis kuliah, ajak teman nongkrong untuk sekadar melepas penat usai kelas sambil makan siang. Ada pun aktivitas nongrkong itu jadi diskusi pelajaran tadi atau cuma jadi wadah gosip. Nongkrong ala mahasiswa bisa di kantin kampus yang harus berdesakan dengan mahasiswa lain, di kafe sambil bawa laptop padahal cuma mejeng Macbook, atau di warteg sambil curhat.

Kuliah -Kerja

Buat para mahasiswa militan, kerja adalah poin utama. Kalau enggak kerja, dia enggak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari ngajar les, bantu adik kelas belajar, hingga jadi penjaga warung paruh waktu. Bisa juga mereka adalah karyawan di perusahaan, seorang Aparatur Sipil Negara, hingga Dosen. Tak lain mereka sembari mengenyam pendidikan, juga sembari kerja untuk menghidupi dia dan keluarganya.

Kuliah- Rapat

Anaknya organisatoris banget sih ini. Habis kelas, langsung cus ke sekretariat Himpunan buat rapat sama divisi lain. Lebih aktif, mereka ikut UKM hingga bergabung dengan BEM tingkat universitas! Kalau kamu mau ajak dia main, pasti agak susah karena mereka harus rapat buat acara bulan depan atau advokasi mahasiswa yang biaya kuliahnya belum bisa dipenuhi. Ada juga mahasiswa tipe yang setelah kuliah harus cabut ke kantor karena disuruh meeting buat program tahun depan. Nah lho!

Kuliah – Pulang

Dia adalah tipe yang sulit diajak kumpul. Bahkan kurang dikenal karena setelah kuliah dia suka tiba-tiba menghilang. Katanya ya pulang aja toh udah enggak ada kelas. Bisa jadi dia malas untuk lama-lama di kampus, atau dia harus cepetan pulang ke rumah karena anaknya harus gantian mengurus sama bibi atau ibu mertuanya.