fbpx

Blog

rsz_kat-j-525330-unsplash

Setiap manusia pasti pernah sakit hati. Baik sakit hati akibat teman, saudara, tetangga, bahkan oleh kedua orang tua sekalipun. Sakit hati memang menyakitkan diri hingga ke ubun-ubun. Tetapi, ada lho beberapa upaya buat kamu yang merasa mudah sakit hati atau disebut “perasa”.

Bagi sebagian orang, ada yang merasa dirinya enggak terlalu memasukkan ke hati ketika ada yang terasa menyakitkan dirinya, sehingga mudah melupakannya begitu saja. Namun, ada juga orang yang mudah sakit hati meski hanya sekadar candaan atau omongan yang menurut orang biasa saja.

Menjadi orang yang mudah sakit hati memang enggak enak. Kadang, kita harus memendam sakit hati kita yang bikin pusing kepala. Tapi, punya sifat perasa membuat kita harus meminimalisasi perasaan itu jika memang hal yang membuat sakit hati tersebut justru membuang energi.

Berkata Baik atau Diam

Manusia diberikan satu mulut dan dua telinga. Artinya, Tuhan secara tidak langsung menyuruh kita untuk mendengar lebih banyak daripada terlalu banyak bicara, apalagi jika itu sia-sia. Maka, jika kita tidak punya ucapan yang terlalu penting, lebih baik diam saja. Kalau terlalu banyak berbicara apalagi bercanda berlebihan, bisa jadi menyakitkan hati orang lain tanpa kita sadari.

Kita seringkali tidak peka atau melupakan orang lain bahwa mereka diciptakan dengan sifat yang berbeda-beda. Sehingga, apabila kita tidak ingin menjadi orang yang mudah sakit hati akibat orang lain, mulailah dari diri kita sendiri untuk bisa berkata baik, menghargai, dan menebarkan kasih sayang.

Punya Banyak Teman

Orang yang mampu memperluas relasi, maka ia belajar untuk beradaptasi kepada banyak manusia dengan segala jenis sifatnya. Dari sana, ia bisa menyelami berbagai watak dan cara memperlakukan teman-temannya tersebut. Semakin banyak, ia semakin belajar mana hal yang menyakitkan, membahagiakan, dan menguntungkan dirinya. Alhasil, dia pun bisa mempraktekkan bagaimana cara memperlakukan orang lain yang dengan baik.

Tebar Manfaat dan Selalu Berbagi

Buat kamu yang merasa mudah sakit hati meski hanya perkara kecil, kamu tidak sendirian. Meskipun kamu dilahirkan dengan kondisi dan latar belakang seperti itu, kamu bisa meminimalisasinya perlahan. Tebar manfaat sebanyak mungkin kepada lingkungan sekitar dan selalu berbagi. Ingat, berbagi bukan hanya kepada orang yang tidak mampu saja. Kita bisa memberikan hadiah kecil kepada teman, adik, kakak, sepupu, atau tetangga kita supaya mereka bisa melihat sikap dan penghargaan kepada dirinya dari kita. Hal ini bisa menumbuhkan sikap kesetiakawanan dan tentu meminimalisasi rasa sakit hati ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *