Kelakuan Senior dan Junior di Masa Ospek

Jadi anak baru di sekolah pasti enggak mudah. Apalagi kalau menghadapi sekolah yang terkenal dengan peraturan turun temurun dari senior untuk para junior. Mulai dari jajan di kantin, penggunaan WC, sampai tempat nongkrong.

Mungkin enggak semua sekolah kayak gitu, tapi pasti ada saja hal-hal yang bikin sekat antara senior dan junior. Ada yang bersifat baik, buruk, atau ya biasa aja. Meskipun seringkali batasan senior dan junior selalu melekat, pasti terdapat kelakuan yang selalu diingat. Apalagi di masa ospek dong. Coba ingat, ini bukan yang pernah kamu rasakan sebagai junior di masa ospek?

Dimarahin Kalau Baris Enggak Rapi

Pas lagi ospek, pasti aja ada kakak kelas yang bertugas memarahi. Sedikit saja salah, bentakan kakak kelas menggelegar di telinga. Ya baris enggak sempurna, matanya enggak ke depan, atau salah bawa barang bawaan ospek.

Dilarang Jajan di Kantin yang sama

Kalau sekolah kamu punya kantin yang banyak dan luas, biasanya terdapat sekat antara senior dan junior. Ada saja peraturan enggak tertulis kalau junior dilarang jajan di kantin yang sama dengan senior. Kalau ketahuan, bye bye lah anda wahai junior.

Harus lewat jalan lain kalau ke WC

Bayangkan, wc terdekat kita adalah jalan terlarang untuk dilewati. Udah sekebelet apapun, kamu dilarang masuk lewat jalan itu. Katanya jalan itu adalah lorong khusus para senior. Aduh, ada-ada saja.

WC junior hanya di lantai 3

Kelas 1 berada di lantai satu. Tapi kamu mesti ke wc lantai 3 untuk buang air. Katanya haram banget kalau kamu ke wc manapun selain di lantai 3 karena kamu junior! Biasanya ada senior nongkrong depan wc supaya kamu enggak bisa masuk ke wc itu. Sabar ya..

Aturan ospek ternyata tidak pernah berakhir sampai kamu naik kelas

Nyatanya, semua peraturan itu berlaku hingga kamu naik kelas. Ya, sebelum kamu jadi senior alias punya adik kelas. Sabar ya, kalau setahun kamu harus mengikuti aturan tersebut. Daripada cari masalah, mending sekolah dengan tenang aja ya.