Cinta Masa SMA yang Putus Nyambung Puluhan Kali

Kalau persoalan cinta masa SMA kamu putus nyambung, ya namanya juga anak SMA. Apakah itu prestasi atau malah sebuah keterpurukan masa muda? Menurut kamu gimana, nih? Ada orang juga mengatakan kalau cinta masa SMA itu indah, meski tidak bagus tapi tetap manis kayak coklat. Sebab putus nyambung puluhan kali dengan beberapa cowok/cewek adalah pengalaman supaya bisa menghadapi pasangan beneran selanjutnya. Nah lho, jadi, cinta masa SMA itu permainan aja?

Ada juga yang bertahan sebagai pasangan dari SMA sampai ke jenjang pernikahan. Ada juga yang sudah lama tak berjumpa kemudian bertemu kembali sama mantan pas SMA. Semua berlalu dan terjadi begitu cepat. Kalau sudah jodoh, semesta akan mempertemukan.

Tapi, sebagai remaja SMA yang ingin berprestasi dan membanggakan Indonesia, tentu cinta masa SMA juga enggak semestinya gitu-gitu amat. Buat yang enggak nyaman sama kesendirian, biasanya ia jarang punya jeda untuk sendiri. Setelah putus, ia jadian sama yang lain. Untuk mengisi slot afeksi yang tak terpenuhi dari orang lainnya.

Setiap orang lahir dari lingkungan dan waktu yang berbeda. Setiap didikan pun akan mempengaruhi cara bertindak seseorang. Sehingga semua tidak bisa dikatakan seragam karena manusia memang unik. Aturan, etika, dan norma-lah yang mampu mengendalikan manusia itu sendiri.

Juga dengan pacaran yang putus nyambung puluhan kali. Tapi, jangan salah, ada juga yang menolak pacaran karena alasan agama atau memang lebih menyukai kesendirian tanpa ada intervensi seseorang dalam hidupnya. Sebelum nanti pada waktu yang ditentukan untuk melanjutkan ke jenjang serius bernama pernikahan.

Butuh Afeksi

Kalau diterawang, orang yang enggak pernah menjomblo lama bisa jadi karena butuh afeksi lebih. Seorang wanita usia 20 tahun bercerita, pacarnya tetap memilihnya meski ia telah menyelingkuhinya 5 kali. Ia mengatakan bahwa pacarnya membutuhkan afeksi lebih dari para wanita. Setiap wanita yang ia dekati punya perbedaan fungsi. Untuk curhat bisa ke wanita A, jalan-jalan ke wanita B, sekadar ngobrol ke wanita C, dan seterusnya. Katanya, hal itu didasari salah satunya oleh keretakan rumah tangga ibu dan bapaknya. Bapaknya selingkuh kemudian bercerai. Pacarnya pun jadi kehilangan sosok orang tua yang senantiasa ada di masa kecilnya hingga saat ini. Akhirnya, ia pun membutuhkan afeksi lebih dari yang ia sebut pacar.

Gengsi

Seorang wanita 28 tahun yang baru saja melahirkan anak pertamanya pada 2019 ini bercerita bahwa selama hidupnya hingga ia menemukan pelabuhan terakhirnya alias suaminya, tidak pernah tidak punya pacar. Ia malu menjomblo meski sekejap saja. Maka dari itu, ia selalu berpacaran dan putus nyambung dengan lelaki sejak SMA. Katanya, ia gengsi jika tidak memiliki laki-laki di sampingnya. Maka dari itu, ia tak pernah absen untuk berpacaran setelah putus. Sampai akhirnya ia pun melabuhkan hidup kepada sahabatnya yang selalu mendengarkan curhatnya. Terdengar klise, tapi nyata.

Seru-seruan

Ada yang menjadikan pacaran sebagai ajang seru-seruan masa SMA. Masa puber yang terlampau bikin galau dan bahagia enggak keruan membuat cinta datang berulang-ulang. Biasanya, orang yang pacaran sudah merasa jadi paling keren dan beken di sekolah. Laku, katanya. Ya atau setidaknya kalau pulang bisa diantar sampai rumah atau ke bioskop berdua di akhir pekan. Kamu gitu enggak?