Blog

person-1821412_640

Penindasan dapat mengancam keselamatan fisik dan emosional siswa di sekolah dan dapat berdampak negatif pada kemampuan mereka untuk belajar. Cara terbaik untuk mengatasi intimidasi adalah dengan menghentikannya sebelum bullying terjadi. Untuk itu, ada sejumlah hal yang dapat dilakukan staf sekolah agar  sekolah lebih aman dan mencegah intimidasi.

Melansir laman stopbullying.gov,  staf sekolah dan siswa harus dilatih untuk mencegah dan mengatasi bullying. Supaya mereka dapat membantu mempertahankan upaya pencegahan bullying dari waktu ke waktu. Berikut ini adalah beberapa contoh opsi yang dapat dipertimbangkan sekolah guna mencegah bullying :

Sekolah tidak selalu membutuhkan program formal untuk membantu siswa belajar tentang pencegahan bullying.  Namun, sekolah dapat memasukkan topik pencegahan bullying dalam pelajaran dan kegiatan.

Contoh kegiatan untuk diajarkan tentang bullying bisa melalui riset internet atau ke perpustakaan, seperti mencari jenis-jenis bullying, cara mencegahnya, dan bagaimana anak-anak harus merespons.

Lakukan presentasi, seperti pidato atau bermain peran untuk menghentikan bullying. Diskusi tentang topik seperti melaporkan jika ada tindakan bullying. Menulis kreatif, seperti puisi yang berbicara menentang bullying atau cerita atau drama komedi.  Buatlah karya-karya artistik, seperti kolase tentang rasa hormat atau efek dari bullying. Guru juga bisa mengadakan talkshow di  kelas untuk berbicara tentang hubungan teman sebaya.

Sekolah dapat mengimplementasikan program atau kurikulum formal. Banyak program yang dievaluasi untuk menangani bullying yang dirancang untuk sekolah dasar dan menengah.  Ada banyak pertimbangan dalam memilih program, termasuk demografi, kapasitas, dan sumber daya sekolah.

Guna memastikan  upaya pencegahan bullying berhasil, semua staf sekolah perlu dilatih tentang apa itu bullying, apa kebijakan dan peraturan sekolah itu, dan bagaimana menegakkan peraturan itu. Pelatihan dapat digelar seperti pertemuan staf, sesi pelatihan satu hari, dan pengajaran melalui pemodelan perilaku yang disukai. Sekolah dapat memilih kombinasi dari opsi pelatihan ini berdasarkan pada dana yang tersedia, sumber daya staf, dan waktu.

Pelatihan dapat berhasil ketika staf terlibat dalam mengembangkan pesan dan konten, dan ketika mereka merasa bahwa suara mereka didengar. Pembelajaran harus relevan dengan peran dan tanggung jawab mereka untuk  membangun dukungan.

BACA JUGA : Bullying Bikin Orang Derita Penyakit Mental

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *