Tempat Ikonik di Bandung ini Punya Cerita Horor Lho!

wikipedia

Kota Bandung dikenal memiliki tempat-tempat bersejarah. Tetapi di balik itu, tempat-tempat bersejarah memiliki cerita yang seram. Berbagai isu-isu mengenai adanya mahluk gaib sering diceritakan oleh masyarakat. Berikut tempat bersejarah di Kota Bandung yang dikenal angker.

Gedung Indonesia Menggugat

Gedung Landaraad atau yang kini dikenal sebagai Gedung Indonesia Menggugat menjadi saksi sejarah akan perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan. Presiden pertama RI Soekarno yang diadili di gedung ini membacakan pledoi yang berjudul Indonesia menggugat. Dengan begitu kini gedung tersebut dikenal sebagai Gedung Indonesia Menggugat.

Dari informasi yang beredar, gedung yang dibangun oleh Belanda ini menyimpan segudang cerita horor yang akan membuatmu merinding ketika masuk ke dalamnya. Penjaga gedung bercerita bahwa saat malam hari tepatnya di ruang sidang sering terdengar suara jejak kaki tentara yang sedang berjalan. Wanita bergaun merah juga acapkali terlihat di lobi utama. Bahkan keisengan mahluk gaib sampai membuat suara-suara gaduh yang menganggu para penjaga. Kursi-kursi dan meja pernah berantakan padahal saat itu tidak ada aktifitas di dalam area GIM.

Patung Pastor Verbaak

Patung Pastor Verbaak berlokasi di Taman Maluku Kota Bandung. Menurut rumor yang beredar, mata patung tersebut seakan menoleh ke orang-orang yang melintas di kawasan tersebut.  Unsur seram itu bakal kalian rasakan apabila berjalan-jalan di malam hari. Karena minimnya pencahayaan membuat bulu kuduk merinding, apalagi lokasinya berada di taman yang sepi.

Gedung Sate

Gedung Sate merupakan tempat ikonik Jawa Barat. Di sana merupakan tempat pemerintahan provinsi Jawa Barat.  Saat pagi hingga sore suasana akan terlihat tak menyeramkan, karena banyak aktivitas di dalamnya. Namun kalian harus mencoba untuk datang saat malam hari, terutama di dalam lobi Gedung Sate. Apabila beruntung bisa menjajal malam hari, lorong-lorong sempit seolah membuat kita berada di era kolonial dahulu. Menurut rumor, noni-noni Belanda sering menampakan wujudnya tengah berjalan-jalan.

Goa Belanda dan Goa Jepang

Pada masa penjajahan kolonial, Goa Belanda digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata tentara Belanda. Di sana juga jadi tempat penyiksaan dan pembantaian tentara pribumi. Sekarang anda bisa masuk ke dalamnya untuk mengetahui isi goa. Tapi tenang, pengelola menyediakan pemandu serta senter karena tidak ada pencahayaan sedikitpun. Konon terdapat larangan saat masuk ke dalam goa salah satu yang terkenal adalah tak boleh mengucapkan kata “Lada”. Isunya, ketika mengatakan “lada” maka penghuni akan marah dan menganggu anda. Tak jauh dari sana, terdapat Goa Jepang. Bahkan orang-orang acapkali mendengar suara rintihan di dalamnya seolah ada seseorang yang sedang disiksa.