Tips Agar Naskah Diterima Penerbit

Menerbitkan Buku

Suka nulis, baca buku, dateng ke bedah buku atau meet and greet penulis favorit. Aku tebak, pasti punya impian bisa nerbitin buku juga? Iya enggak? Kumpulan cerpen, coretan puisi setiap hari, sama novel yang bentar lagi bab akhir masih nangkring aja di laptop. Tapi, bingung banget gimana ya cara supaya naskah diterima penerbit?

Kayanya bayar mahal deh, kudu punya uang..

Hmmm… ternyata engga juga lho. Kalau kamu punya beberapa kriteria yang mumpuni alias bisa memenuhi keinginan penerbit, kamu bisa aja dikontak sama penerbit supaya karya kamu bisa diterbitkan. Kalau enggak, bisa juga kamu kirim naskah ke penerbit langsung.

Terus, gimana ya langkah pertamanya?

Coba deh kamu sering main ke toko buku. Liat-liat buku meski enggak beli juga enggak apa-apa. Bacain sinopsis novel, liatin penerbitnya apa, kepo sama penerbit yang sesuai dengan karya kamu. Mau nerbitin novel remaja di penerbit yang ngeluarin buku pelajaran kan enggak mungkin ya! Setelah nemu penerbit yang cocok, kepoin deh instagramnya. Follow dan liatin penulis yang menerbitkan buku di sana.

Pameran Buku

Udah kepo sama penerbit X nih, terus harus ngapain?

Self editing dulu, dong! Maksudnya, kamu baca dulu dari awal lagi sampai beres takut ada yang typo, penggunaan kata yang enggak sesuai, atau mau menyederhanakan kalimat. Kenapa sih? Supaya naskah enak dibaca dan enggak bikin ambigu~

Ok, i’m ready to send it!

Eit, udah bikin sinopsisnya belum? Lah, gimana editor mau nyantol ke naskah kamu kalau enggak ngirim sinopsis. Buatlah sinopsis atau ringkasan cerita yang menggambarkan ide besar naskahmu. Kalau sinopsisnya menarik, editor bakal buka naskah kamu buat diseleksi. Pembangunan cerita yang kuat, seperti penokohan, setting, plot, dan lain-lain juga jadi indikator kualitas naskahmu. Niscaya, pertanyaanmu soal cara naskah diterbitkan penerbit bisa terjawab.

Enggak sabar ih, apa aku minta temen baca naskah aku dulu?

Yap, boleh banget. Malah harus deh share karya! Minimal ke sahabat kamu dulu. baru ke wattpad. Analisis deh respon pembaca kamu. Kalau di wattpad saja responnya sudah baik apalagi jumlah pembacanya bisa jutaan, dijamin penerbit juga bakal lirik dan mempertimbangkan kamu lho.

Welcome to Digital Era

Cara naskah diterima penerbit enggak cuma punya naskah yang bagus. Tapi sebagai calon penulis, kamu mesti membangun self branding yang tepat. Di era digital saat ini, wajib banget kamu memiliki akun sosmed di banyak platform. Pilih satu atau dua platform saja dan fokus di sana. Misalnya, Instagram dan Youtube. Mulai kenalkan karya kamu ke followers meskipun naskah kamu belum tentu terbit. Dari aktivitas ini, kamu bisa mengukur seberapa tinggi mereka merespon karyamu.

Ok, apa lagi? Udah kan?!

Public speaking

Enggak cuma itu dong wahai calon penulis hebat! Selanjutnya, kamu belajar bicara di depan orang banyak alias public speaking. Atur mimpi kamu lebih dari sekadar tulisanmu diterbitkan, tapi juga mampu menadi best seller sampai kamu diundang atau mengisi acara untuk membahas bukumu. Sayang sekali karyamu bagus jika tidak didukung dengan cara komunikasi yang asik.

Satu lagi, biar kemampuan kita meningkat, gimana ya?

Tentunya harus aktif di berbagai komunitas. Tidak harus komunitas menulis, aku sarankan ikuti kegiatan di luar sekolah, kampus, atau kantor. Semakin banyak orang yang kamu kenal, semakin besar investasi yang akan kamu nikmati hasilnya. Karena semakin hari tuntutan kita bukan lagi kompetisi, tetapi kolaborasi.

Yeay, rumit tapi menarik juga. Tertantang deh jadinya. Cita-cita jadi penulis harus segera terwujud. Cheers!~

BACA JUGA : 10 GAYA ABUN SUNGKAR BIKIN CEWEK BAPER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *